LOGO gerung
Beranda > Berita > Komitmen Turunkan Stunting, Kecamatan Gerung Dampingi Pelayanan Skrining …
Berita Utama

Komitmen Turunkan Stunting, Kecamatan Gerung Dampingi Pelayanan Skrining untuk Percepat Deteksi Dini dan Penanganan Gizi

Posting oleh gerunglobar - 8 Juli 2026 - Dilihat 156 kali

Sebagai salah satu  bentuk komitmen bersama dalam upaya menurunkan stunting, Pemerintah Kecamatan Gerung ikut memantau kegiatan Skrining bayi dan balita yang dilakukan oleh Dokter Spesialias Anak (DSA) di Puskesmas Gerung, Senin 6 Juli 2026. Tujuan skrining bagi bayi dan balita ini adalah untuk mendeteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Dengan menemukan risiko stunting lebih awal, tenaga medis dapat segera memberikan intervensi gizi atau medis yang tepat untuk mencegah dampak jangka panjang, serta mengedukasi orang tua mengenai pola asuh dan gizi yang benar.
Skrining ini rutin dilakukan setiap minggu secara bergiliran untuk bayi dan balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gerung, dan  kali ini sasarannya 13 orang anak dari Kelurahan Gerung Utara dan 12 anak dari desa Banyu Urip dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan, Lurah Gerung Utara, TPK dan PLKB Kecamatan Gerung. 
Pelayanan skrining ini meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas (LILA), serta pemeriksaan tanda-tanda klinis yang berkaitan dengan status gizi dan tumbuh kembang anak. Seluruh proses dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur dan protokol kesehatan. Selain pemeriksaan fisik, orang tua balita juga mendapatkan konseling gizi mengenai pola makan bergizi seimbang, pentingnya pemberian protein hewani, ASI eksklusif bagi bayi di bawah 6 bulan, serta cara memonitor pertumbuhan anak menggunakan buku KIA. Tenaga kesehatan juga memberikan edukasi tentang pentingnya sanitasi, imunisasi lengkap, dan pencegahan penyakit infeksi yang dapat memengaruhi status gizi balita.
Pada kesempatan tersebut sekaligus juga dilakukan jemput bola terhadap salah satu warga/ibu yang anaknya masuk dalam kriteria beresiko stunting yakni tinggi badan yg rendah tidak sesuai umur. Awalnya si ibu enggan membawa anaknya ke Puskesmas karena ada misinformasi yakni terpengaruh informasi yang tidak valid dari media sosial, setlah diberikan pemahaman si ibu mau membawa anaknya untujk dilakukan skrining. Melalui pemeriksaan oleh DSA si anak diberikan Susu PKMK dan disarankan untuk Tes Mantoux (uji tuberkulin) yakni prosedur pemeriksaan kulit untuk mendeteksi apakah seseorang pernah terpapar bakteri penyebab Tuberkulosis karena dikhawatirkan bayi tersebut menderita TB Anak.  
Melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan kader di lapangan, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat serta tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.


Silahkan beri komentar

Email tidak akan di publikasi. Field yang harus diisi ditandai dengan tanda *